29 December 2007

Bye...bye.... Ouw Seven

Kini waktu bukan hanya berjalan, bahkan berlari dengan cepatnya. Ku awali apa yang ku tulis di penghujung tahun yang tinggal hitungan hari atau hmm... jam ....

Tahun berakhiran ganjil ini benar-benar tahun yang cukup berat untuk dilalui seorang rani. Banyak kejutan-kejutan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Rani jadi inget kata-katanya pa darmawan (dosen waliku) waktu pelepasan wisuda. Kalau tempat yang tinggi itu benar-benar harus dimulai dari anak tangga yang pertama. Dengan begitu kita jadi mengerti apa arti perjuangan. Keputusan yang rani ambil saat akhir Februari 2007, sampai saat ini masih terasa efeknya. Maksud hati mendapatkan yang lebih baik, ternyata kita ga bisa nilai sesuatu dari kemasan yang menarik saja.

Teman-teman, berat banget rasanya harus pamit. Tapi apa yang rani rasakan selama 10 bulan terakhir ini tentunya kalian paham kan, apalagi menghadapi keadaan seperti Ramadan kemarin. Rani bener-bener ga pengen ngalamin kondisi seperti itu lagi. Rani pengen mengambil diri rani kembali, karena disini rani merasa seperti orang lain.

Rani ingin bangun pagi dengan semangat, sholat subuh dengan tubuh yang segar, pergi kerja jam 8, pulang jam 5, malam hari masih punya tenaga buat kumpul sama mama, bapa, & ade. Hari sabtu bisa maen bareng temen2 lagi, hari minggu istirahat tanpa ada panggilan lagi. Rani juga pengen menghadapi ramadan dengan lebih baik lagi dan menikmati hari raya sepenuhnya (semoga masih punya jatah umur).

"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan" (Q.S. Al-Insyirah:5-6)

Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita, karena Allah maha rencana yang merencanakan segala sesuatu. Setelah kesulitan akan ada kemudahan.

Buat Mba Yani, Milan, Rina, Teh Reza, Mba Mei dan sahabat-sahabat sejatiku disini. Izinkan rani pamit untuk menaiki anak tangga berikutnya. Dimanapun rani berada rani tetep sayang kalian, dan kalian tetap jadi sahabat-sahabat terbaik.

0 comments: